Bismillahirrahmanirrahim. Akhirnya di sela-sela kesibukanku aku masih bisa meng-update blog-ku yang masih ecek-ecek ini. Kali ini aku cuma sekedar sharing pengalamanku terbang dari Jakarta ke Laramie, Wyoming, USA. Ini adalah pengalamanku yang mungkin tak terlupakan. Semoga dengan berbagi pengalaman ini bisa memberikan manfaat bagi siapapun yang membaca blog ini, setidaknya buat penulisnya sendiri. Yups, simak terus postingan ini. Bagi pengguna komputer yang membaca melalui Facebook, silahkan langsung menuju ke: http://www.yugoananda.com/2009/08/bismillahirrahmanirrahim.html
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Akhirnya aku tiba juga di USA tanggal 26 Juli 2009. Aku tiba di San Fransisco tanggal 26 Juli 2009 sekitar pukul 9.20 am waktu setempat. San Fransisco merupakan entry point-ku di USA. Hmmm... Tampaknya aku harus bercerita mulai dari keberangkatanku di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
Di Bandara Soekarno-Hatta
Aku cuma wong deso yang sebelumnya belum pernah ke luar negeri. Jangankan ke luar negeri, naik pesawat saja sebelumnya aku belum pernah. Jadi aku tak bisa membayangkan bagaimana di bandara nanti, lha wong ke bandara saja juga belum pernah. Dan sumpah, aku menghabiskan waktu hampir satu jam untuk berputar-putar di Bandara Soekarno-Hatta. Aku tak membayangkan kalau jalan masuk ke Bandara via Tol begitu panjang dan perlu sedikit berputar-putar. Sempat nyasar, tapi Alhamdulillah, aku bertemu orang yang mau menunjukkan jalan menuju Terminal 2 untuk keberangkatan.
Di tiketku memang sudah tertulis bahwa aku akan terbang dari Terminal 2 dengan maskapai Qatar Airlines, kelas ekonomi, ke Changi Airport, Singapura pada jam 22.25 WIB tanggal 25 Juli 2009. Tapi karena belum pernah ke bandara, aku benar-benar tak tahu apa itu maksud "Terminal". Bingung? Sudah pasti. Takut? Tak perlu ditanya. Bayangkan saja, aku belum pernah naik pesawat dan tak tahu bagaimana sistematikanya kalau naik pesawat, tiba-tiba harus ke terbang sejauh ini, sampai USA, sendirian lagi. Tak ada kawan untuk saling menjaga. Namun aku yakin dengan sepenuh hati, aku memiliki Allah yang senantiasa menjagaku.
Begitu masuk ke Bandara Soekarno-Hatta dan check in koperku di loket Qatar, ternyata aku masih harus bayar Rp 150.000,00 untuk asuransi koperku. Aku kira World Learning sudah membayar semuanya. Ternyata tidak demikian. Terpaksa aku harus keluar dari pintu untuk mengambil uang, karena semua uangku sudah dalam US Dollar.
Setelah mengucapkan selamat tinggal pada keluargaku, dan ibuku sempat meneteskan air matanya, aku pun masuk ke pintu Bandara dan langsung menuju loket untuk mengurus fiskal. Alhamdulillah, aku bebas fiskal luar negeri secara langsung. Kemudian aku langsung mengurus keimigrasianku. Sejurus kemudian aku melangkah bergegas menuju Gate D5, karena disitulah aku akan boarding. Apa itu boarding? Boarding berarti naik dari tempat tunggu ke pesawat. Aku juga baru tahu setelah aku masuk ke ruang tunggu, kok. :D
Begitu boarding time tiba, pukul 21.30 WIB, aku mulai memasuki pesawat melalui suatu lorong temporer yang menghubungkan ruang tunggu dan kabin pesawat. Dan aku mulai mencari kursiku, 20J. Aku duduk disamping pria keturunan china. Pesawat pun mulai bergerak dan meninggalan bandara, meninggalkan negeri tercinta, Indonesia. Sebuah sensasi tersendiri begitu pesawat mulai merangkak naik ke udara. Aku melihat lampu-lampu kota dari atas langit. Tampak indah...
Sesaat setelah pesawat mengangkasa dan sebuah petunjuk penggunaan sabuk pengaman, rompi keselamatan, dan masker oksigen yang dibacakan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, pramugari mulai membagikan makan malam dan snack. Sebenarnya aku sudah makan malam di restauran Jepang di Bandara Soekarno-Hatta. Tapi okelah, aku makan lagi. Eman-eman.
Pukul 01.10 dini hari, waktu setempat, aku tiba di Changi Airport. Sebuah bandara yang megah. Mulai dari sinilah kemampuan Bahasa Inggris-ku dipertaruhkan. Dengan modal kemampuan conversation yang terbatas, aku berjuang untuk tetap agar tidak kesasar ataupun ketinggalan pesawat. Sungguh, rasa takut mulai menyelimuti hati. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan, karena ini adalah pengalaman pertamaku.
Di Changi Airport, Singapura
Bersambung...
Nantikan kelanjutan kisahku....

2 Response to Dari Jakarta ke USA - Part I
bagaimana selanjutnya tolong ceritakan pengalaman naik pesawat karna aku takut akan ketinggian
@ Rini: Kisah "Dari Jakarta ke USA" sudah tamat. ada 5 episode. Kalau ingin baca silahkan klik "Fly to USA" pada "Categories" di right sidebar blog ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca blog ini :D
Post a Comment
I'll be glad if you leave comment below. But, please don't spam my blog. Any comment containing spam, porn matter, harassment, and insulting words will be deleted from Luka Angin.